Senin, 16 Mei 2011

Wirausaha

Kewirausahaan (Entrepreneurship) berasal dari bahasa Perancis : Perantara
Kewirausahaan adalah proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial, psikologi dan sosial yang menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi
Wirausahawan adalah orang yang merubah nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan faktor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan, inovasi dan cara-cara baru
Tiga jenis perilaku :
1. Memulai inisiatif
2. Mengorganisasi dan mereorganisasi mekanisme sosial/ekonomi untuk merubah sumber daya dan situasi dengan cara praktis
3. Diterimanya resiko dan kegagalan

Inovasi adalah kunci penting seorang wirausahawan
Karakteristik Wirausahawan Menurut McClelland:
1. Keinginan untuk berprestasi
2. Keinginan untuk bertanggung jawab
3. Preferensi kepada resiko-resiko menengah
4. Presepsi kepada kemungkinan berhasil
5. Rangsangan oleh umpan balik
6. Aktivitas energik
7. Orientasi ke masa depan
8. Keterampilan dalam pengorganisasian
9. Sikap terhadap uang

Penentuan Potensi Kewirausahaan
Di bawah ini hal-hal yang bisa memberikan potensi bagi kewirausahaan:
(karakteristik wirausahawan yang sukses dengan n Ach tinggi)
1. Kemampuan inovatif
2. Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity)
3. Keinginan untuk berprestasi
4. Kemampuan perencanaan realistis
5. Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan
6. Obyektivitas
7. Tanggung jawab pribadi
8. Kemampuan beradaptasi
9. Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator

3 kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut McClelland yaitu kebutuhan untuk berprestasi (n Ach), kebutuhan berafiliasi (n Afill) dan kebutuhan untuk berkuasa (n Pow
A. Kebutuhan akan Prestasi (n-ACH)
Kebutuhan akan prestasi merupakan dorongan untuk mengungguli, berprestasi sehubungan dengan seperangkat standar, bergulat untuk sukses. Kebutuhan ini pada hirarki Maslow terletak antara kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan akan aktualisasi diri. Ciri-ciri inidividu yang menunjukkan orientasi tinggi antara lain bersedia menerima resiko yang relatif tinggi, keinginan untuk mendapatkan umpan balik tentang hasil kerja mereka, keinginan mendapatkan tanggung jawab pemecahan masalah.n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi , karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk pengakuan terhadap prestasinya tersebut.

B. Kebutuhan akan Kekuasaan (n-POW) Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain. Kebutuhan ini pada teori Maslow terletak antara kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri. McClelland menyatakan bahwa kebutuhan akan kekuasaan sangat berhubungan dengan kebutuhan untuk mencapai suatu posisi kepemimpinan.
n-pow adalah motivasi terhadap kekuasaan. Karyawan memiliki motivasi untuk berpengaruh terhadap lingkungannya, memiliki karakter kuat untuk memimpin dan memiliki ide-ide untuk menang. Ada juga motivasi untuk peningkatan status dan prestise pribadi.

C. Kebutuhan untuk Berafiliasi atau Bersahabat (n-AFI) Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Individu merefleksikan keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain. Individu yang mempunyai kebutuhan afiliasi yang tinggi umumnya berhasil dalam pekerjaan yang memerlukan interaksi sosial yang tinggi.


IDENTIFIKASI PELUANG USAHA BARU

Orientasi Eksternal dan Internal
Keingintahuan dan minat pada apa yang terjadi di dunia merangsang orientasi Eksternal
Orientasi internal merangsang penggunaan sumber daya - sumber daya pribadi untuk mengidentifikasi peluang venture baru.
Orientasi Eksternal didapat dari :
1. Konsumen
2. Perusahaan yang sudah ada
3. Saluran distribusi
4. Pemerintah
5. Penelitian dan Pengembangan

Orientasi Internal didapat dari :
Tiga Tahap penggunaan sumber daya – sumber daya internal yaitu :
1. Analisa konsep hingga bisa terdefinisi dengan jelas, termasuk penguraian masalah yang perlu dipecahkan
2. Penggunaan daya ingat untuk menemukan kesamaan dan unsur-unsur yang nampaknya berhubungan dengan konsep dan masalah-masalahnya
Rekombinasi unsur-unsur tersebut dengan cara baru dan bermanfaat untuk memecahkan masalah-masalah dan membuat konsep dasar bisa dipraktekkan

Sumber Gagasan Bagi Produk dan Jasa Baru :
a) Kebutuhan akan sumber penemuan
b) Hobi atau kesenangan pribadi
c) Mengamati kecenderungan-kecenderungan
d) Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada
e) Mengapa tidak terdapat ?
f) Kegunaan lain dari barang-barang biasa
g) Pemanfaat produk dari perusahaan lain

Analisa Pulang Pokok

Pengertian : merupakan suatu teknik untuk menentukan volume penjualan yang harus dicapai, agar tercapai posisi impas / pulang pokok (perusahaan tidak mendapat laba tapi juga tidak menderita rugi)
Analisa Pulang Pokok adalah proses menghasilkan informasi yang mengikhtisarkan berbagai tingkat keuntungan dan kerugian yang berkaitan dengan berbagai tingkat produksi

Unsur dasar analisa pulang pokok :
a. Biaya tetap
b. Biaya variabel
c. Biaya total
d. Pendapatan total
e. Keuntungan
f. Kerugian
g. Titik pulang pokok

Pengertian hak guna paten : pengaturan secara formal dalam suatu hubungan / cara bisnis, dimana perusahaan franchise (pemilik hak guna paten) memberi hak istimewa kepada franchisee (perusahaan pengguna hak guna paten), untuk menggunakan nama, logo, produk, prosedur operasi, dsb
Hak guna paten : persetujuan dimana perusahaan atau distributor tunggal dari produk yang mempunyai merek dagang memberikan hak eksklusif kepada perusahaan, distributor atau pengecer independen dengan imbalan pembayaran royalti dan menyesuaikan diri dgn prosedur operasi standar
Resiko Investasi Dalam Usaha Franchising
Perusahaan franchisee menghadapi resiko yang relatif lebih rendah (lebih terukur)
Perusahaan franchisee dibebani :
a. Pajak
b. pembayaran royalti
c. kurang bebas dalam pengelolaan/pengoperasian
d. perusahaan Franchisor (pemilik hak guna paten) mungkin bertindak sebagai penyalur tunggal dari beberapa perlengkapan
Jenis-jenis hak guna paten (franchise)
1. Franchise untuk mendistribusikan hasil produksi
2. Franchise yang menawarkan nama, citra, metode menjalankan usaha, dll
3. Franchise yang menawarkan jasa seperti agen pribadi, konsultasi pajak dan real estate
Pemasaran Langsung
Pengertian pemasaran langsung : merupakan proses penyampaian pesan maupun produk kepada pelanggan, melalui berbagi media
Pemasaran langsung : aktifitas total dengan mana penjual mempengaruhi transfer barang dan jasa pada pembeli, mengarahkan usahanya pada pemerhati dengan menggunakan satu media atau lebih untuk tujuan mengumpulkan tanggapan melalui telepon, pos atau kunjungan dari calon pelanggan
Teknik dalam pemasaran langsung :
a. kiriman pos langsung
b. telemarketing
c. penjualan door to door

Teknik alternatif pemasaran langsung :
1. Periklanan terklasifikasi
2. Periklanan display
3. Kiriman pos langsung
4. Katalog penjualan
5. Pemasaran tanggapan langsung media

Bentuk-Bentuk Kepemilikan
Bentuk kepemilikan perusahaan :
a. Pemilikan tunggal / perseorangan : (firma)
1. Dimiliki dan dijalankan oleh 1 orang
2. Pemilik tidak perlu membagi laba
b. Kongsi
1. Ada perjanjian tertulis
2. Dimiliki 2 orang atau lebih
3. Umur perusahaan terbatas
4. Pemilikan bersama atas harta
5. Ikut serta dalam manajemen dan pembagian laba

c. Perusahaan Perseroaan
1. Perusahaan dengan badan hukum
2. Kewajiban pemilik saham terbatas pada jumlah saham yang dimiliki
3. Pemilikan dapat berpindah tangan
4. Eksitensi relatif lebih stabil/permanen

BERAKHIRNYA USAHA
 KEPAILITAN
Suatu kondisi dimana sebuah institusi bisnis tidak mampu menutupi kewajiban jangka pendeknya
Alternatif penyelesaian kepailitan :
a) LIKUIDASI
b) REORGANISASI
c) RESCHEDULING

 STRATEGI SELAMA REORGANISASI
Aktivitas-aktivitas positif yang dapat dilakukan wirausaha dalam masa reorganisasi :
a) Berinisiatif membuat rencana-rencana keuangan baru
b) Menjual rencana keuangan tersebut kepada kreditor yang dijamin
c) Berkomunikasi dengan baik kepada kelompok kreditor
d) Menghindari pengeluaran secara ketat

 MEMPERTAHANKAN OPERASI USAHA
Faktor-faktor yang dapat menimbulkan resiko kegagalan bisnis, yaitu :
a) Optimisme berlebihan ketika bisnis sedang sukses
b) Tidak rajin membuat rencana-rencana pemasaran dengan tujuan yang jelas
c) Tidak membuat proyeksi arus kas dan selalu memupuk modal / kapitalisasi
d) Selalu terbelakang dalam persaingan pasar
e) Tidak dapat mengidentifikasikan hal-hal yang membuat perusahaan dalam
kondisi bahaya

 TANDA-TANDA KEPAILITAN
a) Kelalaian manajemen keuangan sehingga tidak dapat menjelaskan tentang pembelanjaan keuangan perusahaan
b) Pimpinan tidak bisa mendokumentasikan dan menjelaskan transaksi besar
c) Pelanggan diberi potongan harga tinggi untuk memperbaiki arus kas yang buruk
d) Kontrak bisnis yang masuk dibawah jumlah standar untuk hasilkan kas
e) Bank meminta pelunasan hutang-hutangnya
f) Orang-orang kunci bisnis meninggalkan perusahaan
g) Kurangnya bahan mentah untuk menutupi pesanan
h) Pajak upah dan gaji tidak dibayarkan
i) Pemasok meminta pembayaran secara tunai
j) Keluhan pelanggan yang meningkat akan mutu produk/jasa yang dihasilkan

 SUKSESI USAHA
Suatu usaha untuk melanjutkan aktivitas bisnis yang sudah dibangun agar tetap memiliki eksistensi dalam area bisnis
Bentuk-bentuk suksesi usaha :
a) Transfer kepada anggota keluarga
b) Transfer kepada anggota bukan keluarga

Sumber:
http://adesyams.blogspot.com/2009/09/hakekat-kewirausahaan.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Kewirausahaan
^ Kasmir: "Ciri-ciri Wirausaha", ‘’Kewirausahaan’’, halaman 27-28. Alfabeta, 2007
google.com, detik.com, kaskus.com
http://marlonboby.wordpress.com/2011/04/21/teori-motivasi-berprestasi-david-mc-clelland/
http://lilianto-ichsan.blogspot.com/2011/03/inisiatif-dan-inovatif-bagian-dari.html
http://www.stp.kkp.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=173:menjadi-seorang-wirausahawan&catid=74:motivasi&Itemid=113

Wirausaha

Kewirausahaan (Entrepreneurship) berasal dari bahasa Perancis : Perantara
Kewirausahaan adalah proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial, psikologi dan sosial yang menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi
Wirausahawan adalah orang yang merubah nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan faktor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan, inovasi dan cara-cara baru
Tiga jenis perilaku :
1. Memulai inisiatif
2. Mengorganisasi dan mereorganisasi mekanisme sosial/ekonomi untuk merubah sumber daya dan situasi dengan cara praktis
3. Diterimanya resiko dan kegagalan

Inovasi adalah kunci penting seorang wirausahawan
Karakteristik Wirausahawan Menurut McClelland:
1. Keinginan untuk berprestasi
2. Keinginan untuk bertanggung jawab
3. Preferensi kepada resiko-resiko menengah
4. Presepsi kepada kemungkinan berhasil
5. Rangsangan oleh umpan balik
6. Aktivitas energik
7. Orientasi ke masa depan
8. Keterampilan dalam pengorganisasian
9. Sikap terhadap uang

Penentuan Potensi Kewirausahaan
Di bawah ini hal-hal yang bisa memberikan potensi bagi kewirausahaan:
(karakteristik wirausahawan yang sukses dengan n Ach tinggi)
 Kemampuan inovatif
 Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity)
 Keinginan untuk berprestasi
 Kemampuan perencanaan realistis
 Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan
 Obyektivitas
 Tanggung jawab pribadi
 Kemampuan beradaptasi
 Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator

3 kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut McClelland yaitu kebutuhan untuk berprestasi (n Ach), kebutuhan berafiliasi (n Afill) dan kebutuhan untuk berkuasa (n Pow
A. Kebutuhan akan Prestasi (n-ACH)
Kebutuhan akan prestasi merupakan dorongan untuk mengungguli, berprestasi sehubungan dengan seperangkat standar, bergulat untuk sukses. Kebutuhan ini pada hirarki Maslow terletak antara kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan akan aktualisasi diri. Ciri-ciri inidividu yang menunjukkan orientasi tinggi antara lain bersedia menerima resiko yang relatif tinggi, keinginan untuk mendapatkan umpan balik tentang hasil kerja mereka, keinginan mendapatkan tanggung jawab pemecahan masalah.n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi , karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk pengakuan terhadap prestasinya tersebut.

B. Kebutuhan akan Kekuasaan (n-POW) Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain. Kebutuhan ini pada teori Maslow terletak antara kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri. McClelland menyatakan bahwa kebutuhan akan kekuasaan sangat berhubungan dengan kebutuhan untuk mencapai suatu posisi kepemimpinan.
n-pow adalah motivasi terhadap kekuasaan. Karyawan memiliki motivasi untuk berpengaruh terhadap lingkungannya, memiliki karakter kuat untuk memimpin dan memiliki ide-ide untuk menang. Ada juga motivasi untuk peningkatan status dan prestise pribadi.

C. Kebutuhan untuk Berafiliasi atau Bersahabat (n-AFI) Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Individu merefleksikan keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain. Individu yang mempunyai kebutuhan afiliasi yang tinggi umumnya berhasil dalam pekerjaan yang memerlukan interaksi sosial yang tinggi.


IDENTIFIKASI PELUANG USAHA BARU

Orientasi Eksternal dan Internal
Keingintahuan dan minat pada apa yang terjadi di dunia merangsang orientasi Eksternal
Orientasi internal merangsang penggunaan sumber daya - sumber daya pribadi untuk mengidentifikasi peluang venture baru.
Orientasi Eksternal didapat dari :
1. Konsumen
2. Perusahaan yang sudah ada
3. Saluran distribusi
4. Pemerintah
5. Penelitian dan Pengembangan

Orientasi Internal didapat dari :
Tiga Tahap penggunaan sumber daya – sumber daya internal yaitu :
1. Analisa konsep hingga bisa terdefinisi dengan jelas, termasuk penguraian masalah yang perlu dipecahkan
2. Penggunaan daya ingat untuk menemukan kesamaan dan unsur-unsur yang nampaknya berhubungan dengan konsep dan masalah-masalahnya
Rekombinasi unsur-unsur tersebut dengan cara baru dan bermanfaat untuk memecahkan masalah-masalah dan membuat konsep dasar bisa dipraktekkan

Sumber Gagasan Bagi Produk dan Jasa Baru :
 Kebutuhan akan sumber penemuan
 Hobi atau kesenangan pribadi
 Mengamati kecenderungan-kecenderungan
 Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada
 Mengapa tidak terdapat ?
 Kegunaan lain dari barang-barang biasa
 Pemanfaat produk dari perusahaan lain

Analisa Pulang Pokok

Pengertian : merupakan suatu teknik untuk menentukan volume penjualan yang harus dicapai, agar tercapai posisi impas / pulang pokok (perusahaan tidak mendapat laba tapi juga tidak menderita rugi)
Analisa Pulang Pokok adalah proses menghasilkan informasi yang mengikhtisarkan berbagai tingkat keuntungan dan kerugian yang berkaitan dengan berbagai tingkat produksi

Unsur dasar analisa pulang pokok :
a. Biaya tetap
b. Biaya variabel
c. Biaya total
d. Pendapatan total
e. Keuntungan
f. Kerugian
g. Titik pulang pokok

Pengertian hak guna paten : pengaturan secara formal dalam suatu hubungan / cara bisnis, dimana perusahaan franchise (pemilik hak guna paten) memberi hak istimewa kepada franchisee (perusahaan pengguna hak guna paten), untuk menggunakan nama, logo, produk, prosedur operasi, dsb
Hak guna paten : persetujuan dimana perusahaan atau distributor tunggal dari produk yang mempunyai merek dagang memberikan hak eksklusif kepada perusahaan, distributor atau pengecer independen dengan imbalan pembayaran royalti dan menyesuaikan diri dgn prosedur operasi standar
Resiko Investasi Dalam Usaha Franchising
Perusahaan franchisee menghadapi resiko yang relatif lebih rendah (lebih terukur)
Perusahaan franchisee dibebani :
a. Pajak
b. pembayaran royalti
c. kurang bebas dalam pengelolaan/pengoperasian
d. perusahaan Franchisor (pemilik hak guna paten) mungkin bertindak sebagai penyalur tunggal dari beberapa perlengkapan
Jenis-jenis hak guna paten (franchise)
1. Franchise untuk mendistribusikan hasil produksi
2. Franchise yang menawarkan nama, citra, metode menjalankan usaha, dll
3. Franchise yang menawarkan jasa seperti agen pribadi, konsultasi pajak dan real estate
Pemasaran Langsung
Pengertian pemasaran langsung : merupakan proses penyampaian pesan maupun produk kepada pelanggan, melalui berbagi media
Pemasaran langsung : aktifitas total dengan mana penjual mempengaruhi transfer barang dan jasa pada pembeli, mengarahkan usahanya pada pemerhati dengan menggunakan satu media atau lebih untuk tujuan mengumpulkan tanggapan melalui telepon, pos atau kunjungan dari calon pelanggan
Teknik dalam pemasaran langsung :
a. kiriman pos langsung
b. telemarketing
c. penjualan door to door

Teknik alternatif pemasaran langsung :
1. Periklanan terklasifikasi
2. Periklanan display
3. Kiriman pos langsung
4. Katalog penjualan
5. Pemasaran tanggapan langsung media

Bentuk-Bentuk Kepemilikan
Bentuk kepemilikan perusahaan :
a. Pemilikan tunggal / perseorangan : (firma)
 Dimiliki dan dijalankan oleh 1 orang
 Pemilik tidak perlu membagi laba
b. Kongsi
 Ada perjanjian tertulis
 Dimiliki 2 orang atau lebih
 Umur perusahaan terbatas
 Pemilikan bersama atas harta
 Ikut serta dalam manajemen dan pembagian laba

c. Perusahaan Perseroaan
 Perusahaan dengan badan hukum
 Kewajiban pemilik saham terbatas pada jumlah saham yang dimiliki
 Pemilikan dapat berpindah tangan
 Eksitensi relatif lebih stabil/permanen

BERAKHIRNYA USAHA
 KEPAILITAN
Suatu kondisi dimana sebuah institusi bisnis tidak mampu menutupi kewajiban jangka pendeknya
Alternatif penyelesaian kepailitan :
 LIKUIDASI
 REORGANISASI
 RESCHEDULING

 STRATEGI SELAMA REORGANISASI
Aktivitas-aktivitas positif yang dapat dilakukan wirausaha dalam masa reorganisasi :
a) Berinisiatif membuat rencana-rencana keuangan baru
b) Menjual rencana keuangan tersebut kepada kreditor yang dijamin
c) Berkomunikasi dengan baik kepada kelompok kreditor
d) Menghindari pengeluaran secara ketat

 MEMPERTAHANKAN OPERASI USAHA
Faktor-faktor yang dapat menimbulkan resiko kegagalan bisnis, yaitu :
a) Optimisme berlebihan ketika bisnis sedang sukses
b) Tidak rajin membuat rencana-rencana pemasaran dengan tujuan yang jelas
c) Tidak membuat proyeksi arus kas dan selalu memupuk modal / kapitalisasi
d) Selalu terbelakang dalam persaingan pasar
e) Tidak dapat mengidentifikasikan hal-hal yang membuat perusahaan dalam
kondisi bahaya

 TANDA-TANDA KEPAILITAN
a) Kelalaian manajemen keuangan sehingga tidak dapat menjelaskan tentang pembelanjaan keuangan perusahaan
b) Pimpinan tidak bisa mendokumentasikan dan menjelaskan transaksi besar
c) Pelanggan diberi potongan harga tinggi untuk memperbaiki arus kas yang buruk
d) Kontrak bisnis yang masuk dibawah jumlah standar untuk hasilkan kas
e) Bank meminta pelunasan hutang-hutangnya
f) Orang-orang kunci bisnis meninggalkan perusahaan
g) Kurangnya bahan mentah untuk menutupi pesanan
h) Pajak upah dan gaji tidak dibayarkan
i) Pemasok meminta pembayaran secara tunai
j) Keluhan pelanggan yang meningkat akan mutu produk/jasa yang dihasilkan

 SUKSESI USAHA
Suatu usaha untuk melanjutkan aktivitas bisnis yang sudah dibangun agar tetap memiliki eksistensi dalam area bisnis
Bentuk-bentuk suksesi usaha :
a) Transfer kepada anggota keluarga
b) Transfer kepada anggota bukan keluarga

Sumber:
http://adesyams.blogspot.com/2009/09/hakekat-kewirausahaan.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Kewirausahaan
^ Kasmir: "Ciri-ciri Wirausaha", ‘’Kewirausahaan’’, halaman 27-28. Alfabeta, 2007
google.com, detik.com, kaskus.com
http://marlonboby.wordpress.com/2011/04/21/teori-motivasi-berprestasi-david-mc-clelland/
http://lilianto-ichsan.blogspot.com/2011/03/inisiatif-dan-inovatif-bagian-dari.html
http://www.stp.kkp.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=173:menjadi-seorang-wirausahawan&catid=74:motivasi&Itemid=113

Minggu, 13 Maret 2011

Kewirausahaan

KEWIRAUSAHAAN
Kewirausahaan adalah proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial psikologi dan sosial yang menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi . Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang di bentuk pada kondisi risiko.
Kewirausahan memiliki arti yang berbeda-beda antar para ahli/ sumber acuan karena berbeda-beda titik berat dan penekanannya.
Etimologi
Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berati pejuang, pahlawan manusia, unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha adalah perbuatan amal, bekerja dan berbuat sesuatu. Jadi, wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Wirausahawan adalah orang yang merubah nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan faktor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan, inovasi dan cara-cara baru.
Sejarah kewirausahaan
Wirausaha secara historis sudah dikenal sejak di perkenalkan oleh Richard Castillon pada ttahun 1955. Di luar negeri, istilah kewirausahaan telah dikenal sejak abad 16, sedangkan di Indonesia baru dikenal pada akhir abad 20. Beberapa istilah wirausaha seperti di Belanda di kenadangan ondenemer, di Jerman dikenal unternertimer. Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950 an di beberapa negara seperti Eropa , Amerika dan Kanada. Bahkan sejak 1970 an banyak universitas yang mengajarkan kewirausahaan/ manajemen usaha kecil. Pada tahun 1980 an hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan. Di Indonesia kewirausahaan di pelajari baru terbatas pada beberapa sekolah / perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi maupun, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang .
Proses Kewirausahaan
Menurut Carol Noore yang dikutif oleh Bygrive, proses kewirausahaan diiawali dengan adanya inovasi. Inovasi tersbut dipengaruhi oleh berbagai faktor baik yang berasal dari pribadi, seperti pendidikan, sosiologi, organisasi, kebudayaan dan lingkungan. Faktor-fakrtor tersebut locus of control, kreatifitas, keinovasiaan, implementasi, dan pertumbuhan yang kemudian berkembang menjadi wirausahawan yang besar, secara internal, keinovasian di pengaruhi oleh faktor individu, seperti locus of control, toleransi, nilai-nilai, pendidikan, pengalaman. Sedangkan faktor yang berasal dari lingkungan yang mempengaruhi diantarany model jaman, aktivitas, dan peluang. Oleh karena itu, inovasi berkembang menjadi kewirausahan melalui proses yang di pengaruhi lingkungan organisasi dan keluarga.
EVALUASI PELUANG USAHA BARU
 Penetapan Kelayakan Usaha Baru
Banyak dana telah dikeluarkan didalam memulai usaha baru dan juga yang mengalami kebangkrutan dalam satu atau dua tahun. Salah satu faktor yang menyebabkan kegagalan usaha baru adalah kendali wirausahawan
 Pengembangan dan Uji Coba Produk
Pengembangan dan uji coba produk termasuk juga studi rekayasa, uji laboratorium, evaluasi bahan baku alternatif, dan fabrikasi model dan prototip untuk uji lapangan. Untuk setiap tahap pengujian hasil negatif dan positif harus ditimbang dan dilakukan penyesuaian yang perlu.
 Penilaian Peluang-Peluang Pasar
Tujuan dari pemasaran adalah memenuhi permintaan pelanggan.
Riset Pasar adalah pengumpulan, pencatatan dan analisis secara sistematis, atas informasi yang berkaitan dengan pemasaran dan jasa.
 Analisa Potensi Pasar
Penelitian mengenai potensi pasar bagi usaha baru mungkin melibatkan penilaian subyektif dan pribadi; tidak selalu ilmiah
 Identifikasi Pasar Potensial
Pasar potensi adalah ungkapan mengenai peluang penjualan maksimum untuk produk atau jasa tertentu selama periode waktu yang ditentukan (misal: 1 tahun)
 Analisa Kelayakan Finansial
Adalah landasan untuk menentukan sumber daya finansial yang diperlukan untuk tingkat kegiatan tertentu dan laba yang bisa diharapkan
 Penilaian Kemampuan Organisasional
Setiap bisnis usaha membutuhkan orang-orang dengan berbagai jenis keterampilan dan bakat untuk bekerja sama mencapai tujuan organisasional.
Tahap-tahap Kewirausahaan
Secara umum tahap-tahap ini yang dilakukan wirausaha
 Tahap memulai
Tahap dimana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlakukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi/ melakukan “franchising”, tahap ini juga memilih jenis usaha yang akan di lakukan apakah di bidang pertanian, industri/ jasa.
 Tahap melaksanakan usaha
Dalam tahap ini seseorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya mencakup aspek-aspek: pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil risiko dan mengambil keputusan, pemassaran, dan melakukan evaluasi.
 Tahap mempertahankan usaha
Tahap dimana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai/ ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
 Tahap mengembangkan usaha
Tahap ini dimana jika hasil yang diperoleh tergolong positif/ mengalami perkembangan / dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.

Faktor-faktor motivasi berwirausaha
Ciri-ciiri wirausaha yang berhasil
• Memiliki visi dan tujuan yang jelas. Hal ini berfungsi untuk menebak kemana langkah dan arah yang dituju sehingga dapat diketahui oleh pengusaha tersebut.
• Inisiatif dan selalu proaktif. Ini merupakan ciri mendasar dimana pengusaha tidak hanya menunggu sesuatu terjadi, tetapi terlebihi dahulu memulai dan mencari peluang sebagai pelopor dalam berbagai kegiatan.
• Berorientasi pada prestasi. Pengusaha yang sukses selalu mengejar prestasi yang lebih baik daripada prestasi sebelumnya. Mutu produk, pelayanan yang diberikan, serta kepuasan pelanggan menjadi perhatian utama. Setiap waktu segala aktifitas usha yang dijalankan selalu di evaluasi dan harus lebih baik di banding sebelumnya.
• Berani mengambil risiko. Hal ini merupakan sifat yang harus dimiliki seorang pengusaha kapanpun dan dimanapun, baik dalam bentuk uang maupun waktu.
• Kerja keras, jam kerja pengusaha tidak terbatas pada waktu dimana ada peluang disitu dia datang. Kadang-kadang seorang pengusaha sulit untuk mengatur waktu kerjanya. Benaknya selalu memikirkan kemajuan usahanya , ide-ide baru selalu mendorongnya untuk bekerja keras meralisasikannya. Tidak ada kata sulit dan tidak ada masalah yang tidak dapat di selesaikan.
• Bertanggung jawab terhadap segala aktivitas yang dijalankannya, baik sekarang maupun yang akan datang. Tanggung jawab seorang pengusaha tidak hanya pada segi material, tatapi juga moral kepada berbagai pihak.
• Komitmen pada berbagai pihak.
• Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak, baik yang berhubungan langsung dengan uasha yang dijalankan maupun tidak. Hubungan baik yang perlu dijalankan antara lain kepada para pelanggan, pemerintah, pemasok serta masyarakat luas.

Ada 8 alasan seseorang ingin menjadi Entrepreneur yaitu sebagai berikut:
• Keringanan pajak
• Bebas waktu
• Ide
• Modal
• Tidak takut di pecat
• Berani gagal
• Kepala ( tidak menjadi bawahan )
• Financial freedom
Sikap wirausaha
Sikap-sikap yang harus dimilki oleh seorang wirausaha yaitu:
 Disiplin
Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirauusahawan harus memiliki kedisiplinan yang tinggi. Arti dari kata disiplin itu sendiri adalah ketepatan komitmen wirausahawan terhadap tugas dan pekerjaannya.ketepatan yang di maksud bersifat menyeluruh yaitu ketepatan terhadap waktu kualitas pekerjaan, sisttem kerja dan sebagainya. Ketepatan terhadap waktu dapat dibina dalam diri seorang dengan berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang direncanakan. Sifat sering menunda pekerjaan dengan berbagai macam alasan, adalah kendala yang dapat menghambat seorang wirausahawan meraih keberhasilan. Kedisiplinan terhadap komitmen dan kualitas pekerjaan dapat di bina dengan ketaatan wirausahawan harus taat azas.
 Komitmen tinggi
Kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Dlam melaksanakan kegiatannya seorang wirausahawan harus memiliki komitmen yang jelas, terarah dan bersifat progresif (berorientasi pada kemajuan ).
 Jujur
Kejujuran merupakan landasan moral yang kadang-kadang dilupakan oleh seorang wirausahawan. Kejujuran dalam berperilaku bersifat kompleks. Kejujuran mengenai karakteristik produk ( barang dan jasa ) yang ditawarkan. Kejujuran mengenai promosi yang dilakukan kejujuran mengenai pelayanan purnajunal yang dijanjikan dan kejujuran mengenai segala kegiatan yang terkait dengan penjualan produk yang dilakukan oleh kewirausahaan.
 Kretiif dan Inovatif
Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memilki daya kreatifitas tersebut sebaiknya dilandasi oleh cara berfikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini dipesan. Gagasn-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk/ pun waktu.
 Mandiri
Seseorang dikatakan mandiri apabila orang tersebut dapat melakukan keinginan dengan baik pihak lain dalam mengambil keputusan. Kemandirian merupakan sifat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan.
 Realistis
Seorang dikatakan realistis bila orang tersebut mampu menggunakan fakta sebagai landasan berfikir yang rasional dalam pengambilan keputusan maupun tindakan.

Metode Analisa Diri Sendiri
• Untuk kebutuhan usaha baru harus memperhitungkan kebutuhan, dorongan dan aspirasi.
• 3 kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut McClelland yaitu kebutuhan untuk berprestasi (n Ach), kebutuhan berafiliasi (n Afill) dan kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)
• Analisa prestasi pribadi, analisa dengan melihat pengalaman yang tidak terlupakan yaitu pengalaman yang sangat memuaskan dan pengalaman yang sangat tidak memuaskan
Pengembangan n Ach
n Ach dapat diperkuat dan dikembangkan melalui program pelatihan. Tahap-tahapnya antara lain :
• Menyadarkan orang-orang pada potensi mereka untuk mendapatkan karakteristik kewirausahaan. Mereka dilatih untuk membuat rencana, harapan, kesulitan dan mengevaluasi segala tindakan yang telah dilakukan
• Pengembangan sindrom prestasi. Individu diajar untuk berpikir, berbicara, bertindak dan menyadari orang lain
• Dukungan kognitif. Tujuannya untuk membantu orang-orang menghubungkan cara berfikir baru dengan asumsi mereka sebelumnya dan cara melihat dunia.
• Pemberian dukungan emosional peserta di dalam usaha mereka untuk merubah diri



Referensi: Kasmir:”Ciri-ciri wirausaha”, kewirausahaan halaman 27-28 Al Fabeta 2007
http://id.m.wikipidea.org/wiki/kewirausahaan?was redirected true.
Fotocopy materi kuliah Kewirausahaan

KEWIRAUSAHAAN

Kewirausahaan (Entrepreneurship) berasal dari bahasa Perancis : Perantara
Kewirausahaan adalah proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial psikologi dan sosial yang menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi . Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang di bentuk pada kondisi risiko.
Kewirausahan memiliki arti yang berbeda-beda antar para ahli/ sumber acuan karena berbeda-beda titik berat dan penekanannya.
Etimologi
Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berati pejuang, pahlawan manusia, unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha adalah perbuatan amal, bekerja dan berbuat sesuatu. Jadi, wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Wirausahawan adalah orang yang merubah nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan faktor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan, inovasi dan cara-cara baru.
Sejarah kewirausahaan
Wirausaha secara historis sudah dikenal sejak di perkenalkan oleh Richard Castillon pada ttahun 1955. Di luar negeri, istilah kewirausahaan telah dikenal sejak abad 16, sedangkan di Indonesia baru dikenal pada akhir abad 20. Beberapa istilah wirausaha seperti di Belanda di kenadangan ondenemer, di Jerman dikenal unternertimer. Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950 an di beberapa negara seperti Eropa , Amerika dan Kanada. Bahkan sejak 1970 an banyak universitas yang mengajarkan kewirausahaan/ manajemen usaha kecil. Pada tahun 1980 an hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan. Di Indonesia kewirausahaan di pelajari baru terbatas pada beberapa sekolah / perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi maupun, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang .
Proses Kewirausahaan
Menurut Carol Noore yang dikutif oleh Bygrive, proses kewirausahaan diiawali dengan adanya inovasi. Inovasi tersbut dipengaruhi oleh berbagai faktor baik yang berasal dari pribadi, seperti pendidikan, sosiologi, organisasi, kebudayaan dan lingkungan. Faktor-fakrtor tersebut locus of control, kreatifitas, keinovasiaan, implementasi, dan pertumbuhan yang kemudian berkembang menjadi wirausahawan yang besar, secara internal, keinovasian di pengaruhi oleh faktor individu, seperti locus of control, toleransi, nilai-nilai, pendidikan, pengalaman. Sedangkan faktor yang berasal dari lingkungan yang mempengaruhi diantarany model jaman, aktivitas, dan peluang. Oleh karena itu, inovasi berkembang menjadi kewirausahan melalui proses yang di pengaruhi lingkungan organisasi dan keluarga.
EVALUASI PELUANG USAHA BARU
 Penetapan Kelayakan Usaha Baru
Banyak dana telah dikeluarkan didalam memulai usaha baru dan juga yang mengalami kebangkrutan dalam satu atau dua tahun. Salah satu faktor yang menyebabkan kegagalan usaha baru adalah kendali wirausahawan
 Pengembangan dan Uji Coba Produk
Pengembangan dan uji coba produk termasuk juga studi rekayasa, uji laboratorium, evaluasi bahan baku alternatif, dan fabrikasi model dan prototip untuk uji lapangan. Untuk setiap tahap pengujian hasil negatif dan positif harus ditimbang dan dilakukan penyesuaian yang perlu.
 Penilaian Peluang-Peluang Pasar
Tujuan dari pemasaran adalah memenuhi permintaan pelanggan.
Riset Pasar adalah pengumpulan, pencatatan dan analisis secara sistematis, atas informasi yang berkaitan dengan pemasaran dan jasa.
 Analisa Potensi Pasar
Penelitian mengenai potensi pasar bagi usaha baru mungkin melibatkan penilaian subyektif dan pribadi; tidak selalu ilmiah
 Identifikasi Pasar Potensial
Pasar potensi adalah ungkapan mengenai peluang penjualan maksimum untuk produk atau jasa tertentu selama periode waktu yang ditentukan (misal: 1 tahun)
 Analisa Kelayakan Finansial
Adalah landasan untuk menentukan sumber daya finansial yang diperlukan untuk tingkat kegiatan tertentu dan laba yang bisa diharapkan
 Penilaian Kemampuan Organisasional
Setiap bisnis usaha membutuhkan orang-orang dengan berbagai jenis keterampilan dan bakat untuk bekerja sama mencapai tujuan organisasional.
Tahap-tahap Kewirausahaan
Secara umum tahap-tahap ini yang dilakukan wirausaha
 Tahap memulai
Tahap dimana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlakukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi/ melakukan “franchising”, tahap ini juga memilih jenis usaha yang akan di lakukan apakah di bidang pertanian, industri/ jasa.
 Tahap melaksanakan usaha
Dalam tahap ini seseorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya mencakup aspek-aspek: pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil risiko dan mengambil keputusan, pemassaran, dan melakukan evaluasi.
 Tahap mempertahankan usaha
Tahap dimana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai/ ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
 Tahap mengembangkan usaha
Tahap ini dimana jika hasil yang diperoleh tergolong positif/ mengalami perkembangan / dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.

Faktor-faktor motivasi berwirausaha
Ciri-ciiri wirausaha yang berhasil
• Memiliki visi dan tujuan yang jelas. Hal ini berfungsi untuk menebak kemana langkah dan arah yang dituju sehingga dapat diketahui oleh pengusaha tersebut.
• Inisiatif dan selalu proaktif. Ini merupakan ciri mendasar dimana pengusaha tidak hanya menunggu sesuatu terjadi, tetapi terlebihi dahulu memulai dan mencari peluang sebagai pelopor dalam berbagai kegiatan.
• Berorientasi pada prestasi. Pengusaha yang sukses selalu mengejar prestasi yang lebih baik daripada prestasi sebelumnya. Mutu produk, pelayanan yang diberikan, serta kepuasan pelanggan menjadi perhatian utama. Setiap waktu segala aktifitas usha yang dijalankan selalu di evaluasi dan harus lebih baik di banding sebelumnya.
• Berani mengambil risiko. Hal ini merupakan sifat yang harus dimiliki seorang pengusaha kapanpun dan dimanapun, baik dalam bentuk uang maupun waktu.
• Kerja keras, jam kerja pengusaha tidak terbatas pada waktu dimana ada peluang disitu dia datang. Kadang-kadang seorang pengusaha sulit untuk mengatur waktu kerjanya. Benaknya selalu memikirkan kemajuan usahanya , ide-ide baru selalu mendorongnya untuk bekerja keras meralisasikannya. Tidak ada kata sulit dan tidak ada masalah yang tidak dapat di selesaikan.
• Bertanggung jawab terhadap segala aktivitas yang dijalankannya, baik sekarang maupun yang akan datang. Tanggung jawab seorang pengusaha tidak hanya pada segi material, tatapi juga moral kepada berbagai pihak.
• Komitmen pada berbagai pihak.
• Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak, baik yang berhubungan langsung dengan uasha yang dijalankan maupun tidak. Hubungan baik yang perlu dijalankan antara lain kepada para pelanggan, pemerintah, pemasok serta masyarakat luas.

Sikap wirausaha
Sikap-sikap yang harus dimilki oleh seorang wirausaha yaitu:
 Disiplin
Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirauusahawan harus memiliki kedisiplinan yang tinggi. Arti dari kata disiplin itu sendiri adalah ketepatan komitmen wirausahawan terhadap tugas dan pekerjaannya.ketepatan yang di maksud bersifat menyeluruh yaitu ketepatan terhadap waktu kualitas pekerjaan, sisttem kerja dan sebagainya. Ketepatan terhadap waktu dapat dibina dalam diri seorang dengan berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang direncanakan. Sifat sering menunda pekerjaan dengan berbagai macam alasan, adalah kendala yang dapat menghambat seorang wirausahawan meraih keberhasilan. Kedisiplinan terhadap komitmen dan kualitas pekerjaan dapat di bina dengan ketaatan wirausahawan harus taat azas.
 Komitmen tinggi
Kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Dlam melaksanakan kegiatannya seorang wirausahawan harus memiliki komitmen yang jelas, terarah dan bersifat progresif (berorientasi pada kemajuan ).
 Jujur
Kejujuran merupakan landasan moral yang kadang-kadang dilupakan oleh seorang wirausahawan. Kejujuran dalam berperilaku bersifat kompleks. Kejujuran mengenai karakteristik produk ( barang dan jasa ) yang ditawarkan. Kejujuran mengenai promosi yang dilakukan kejujuran mengenai pelayanan purnajunal yang dijanjikan dan kejujuran mengenai segala kegiatan yang terkait dengan penjualan produk yang dilakukan oleh kewirausahaan.
 Kretiif dan Inovatif
Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memilki daya kreatifitas tersebut sebaiknya dilandasi oleh cara berfikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini dipesan. Gagasn-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk/ pun waktu.
 Mandiri
Seseorang dikatakan mandiri apabila orang tersebut dapat melakukan keinginan dengan baik pihak lain dalam mengambil keputusan. Kemandirian merupakan sifat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan.
 Realistis
Seorang dikatakan realistis bila orang tersebut mampu menggunakan fakta sebagai landasan berfikir yang rasional dalam pengambilan keputusan maupun tindakan.

Metode Analisa Diri Sendiri
• Untuk kebutuhan usaha baru harus memperhitungkan kebutuhan, dorongan dan aspirasi.
• 3 kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut McClelland yaitu kebutuhan untuk berprestasi (n Ach), kebutuhan berafiliasi (n Afill) dan kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)
• Analisa prestasi pribadi, analisa dengan melihat pengalaman yang tidak terlupakan yaitu pengalaman yang sangat memuaskan dan pengalaman yang sangat tidak memuaskan
Pengembangan n Ach
n Ach dapat diperkuat dan dikembangkan melalui program pelatihan. Tahap-tahapnya antara lain :
• Menyadarkan orang-orang pada potensi mereka untuk mendapatkan karakteristik kewirausahaan. Mereka dilatih untuk membuat rencana, harapan, kesulitan dan mengevaluasi segala tindakan yang telah dilakukan
• Pengembangan sindrom prestasi. Individu diajar untuk berpikir, berbicara, bertindak dan menyadari orang lain
• Dukungan kognitif. Tujuannya untuk membantu orang-orang menghubungkan cara berfikir baru dengan asumsi mereka sebelumnya dan cara melihat dunia.
• Pemberian dukungan emosional peserta di dalam usaha mereka untuk merubah diri

HAK GUNA PATEN
Pengaturan secara formal dalam suatu hubungan / cara bisnis, dimana perusahaan franchise (pemilik hak guna paten) memberi hak istimewa kepada franchisee (perusahaan pengguna hak guna paten), untuk menggunakan nama, logo, produk, prosedur operasi, dsb.

Hak guna paten yaitu persetujuan dimana perusahaan atau distributor tunggal dari produk yang mempunyai merek dagang memberikan hak eksklusif kepada perusahaan, distributor atau pengecer independen dengan imbalan pembayaran royalti dan menyesuaikan diri dgn prosedur operasi standar

Pemasaran Langsung
Merupakan proses penyampaian pesan maupun produk kepada pelanggan, melalui berbagi media. Pemasaran langsung juga bisa disebut aktifitas total dengan mana penjual mempengaruhi transfer barang dan jasa pada pembeli, mengarahkan usahanya pada pemerhati dengan menggunakan satu media atau lebih untuk tujuan mengumpulkan tanggapan melalui telepon, pos atau kunjungan dari calon pelanggan.

Bentuk-Bentuk Kepemilikan
Bentuk kepemilikan perusahaan :
a. Pemilikan tunggal / perseorangan : (firma) Dimiliki dan dijalankan oleh 1 orang,Pemilik tidak perlu membagi laba.
b. Kongsi , ciri-cirinya adalah sebagai berikut, Ada perjanjian tertulis ,dimiliki 2 orang atau lebih, umur perusahaan terbatas , pemilikan bersama atas harta, dan ikut serta dalam manajemen dan pembagian laba .
c. Perusahaan Perseroaan yaitu,Perusahaan dengan badan hukum , Kewajiban pemilik saham terbatas pada jumlah saham yang dimilki, pemilikan dapat berpindah tangan, Eksitensi relatif lebih stabil/permanen .

Go Publik
Go publik terjadi ketika perusahaan menawarkan dan menjual sebagian sahamnya kepada masyarakat melalui pendaftaran Bapepam
Keuntungan : diperoleh modal baru dan masyarakat lebih mengenal perusahaan
Kerugian : ada kecenderungan terbukanya rahasia perusahaan dan mahalnya biaya .

PERENCANAAN ORGANISASI KEWIRASWASTAAN
Perencanaan adalah proses menentukan bagaimana organisasi dapat mencapai tujuannya, dimana ditujukan pada tindakan yang tepat melalui melalui proses analisa, evaluasi, seleksi diantara kesempatan-kesempatan yang diprediksi terlebih dahulu.

Tujuan Perencanaan adalah membentuk usaha yang terkoordinasi dalam organisasi.
Perencanaan Organisasional mempunyai dua tujuan :
• Tujuan Perlindungan (Protective) : meminimisasikan resiko dengan mengurangi ketidakpastian di sekitar kondisi bisnis dan menjelaskan konsekuensi tindakan manajerial yang berhubungan
• Tujuan Kesepakatan (Affirmative) : meningkatkan tingkat keberhasilan organisasional
Koontz O’Donnel menyatakan maksud perencanaan adalah :
“untuk melancarkan pencapaian usaha dan tujuan”

Kerugian dan Keuntungan Perencanaan
Keuntungan Perencanaan :
1. Membantu wirausahawan berorientasi ke masa depan
2. Koordinasi keputusan yang tidak dibuat sekarang tanpa adanya gagasan tentang bagaimana ia akan mempengaruhi keputusan yang harus dibuat besok
3. Perencanaan menekan tujuan-tujuan organisasional sehingga wirausahawan secara konstan dalam pencapaian tujuan organisasi
Kerugian Perencanaan :
Penekanan pada program perencanaan akan memakan banyak waktu manajemen sehingga manajemen harus membagi antara waktu yang digunakan untuk perencanaan dengan waktu yang digunakan untuk fungsi manajemen lainnya seperti pemgorganisasian, mempengaruhi dan pengawasan.

JENIS-JENIS PERENCANAAN
Perencanaan Strategis
Adalah perencanaan jangka panjang yang dipusatkan pada organisasi secara keseluruhan sehingga wirausahawan memandang organisasi sebagai suatu unit total dan memutuskan apa yang hendak dilakukan dalam jangka panjang untuk mencapai tujuan organisasi. Perencanaan jangka panjang wirausahawan adalah mencoba menentukan apa yang dilakukan oleh organisasi agar berhasil dalam kurun waktu 3 sampai 5 tahun mendatang.

Manajemen Strategis
Manajemen strategis merupakan proses yang menjamin bahwa proses dan manfaat organisasi dari penggunaan strategi organisasional yang tepat. Strategi yang tepat adalah strategi yang sesuai untuk kebutuhan organisasi pada saat tertentu

Perencanaan Taktis
Perencanaan jangka pendek menekankan pada operasi berbagai bagian organisasi yang sedang berjalan. Jangka pendek adalah kurun waktu antara satu tahun atau kurang. Wirausahawan menggunakan perencanaan taktis untuk menguraikan apa yang harus dilakukan oleh berbagai bagian dari organisasi untuk mencapai keberhasilan pada jangka waktu satu tahun atau kurang
Perencanaan taktis dipusatkan pada apa yang akan dilakukan dalam jangka pendek untuk membantu organisasi mencapai tujuan organisasi jangka panjang yang ditentukan dengan perencanaan strategis

PERENCANAAN DAN TINGKATAN MANAJEMEN
Tingkatan Manajemen dalam waktu perencanaan :
1. Manajemen puncak mempunyai tanggung jawab utama untuk melihat apakah perencanaan sudah dilaksanakan atau tidak dan menggunakan waktu perencanaan lebih banyak dibanding manajemen tingkat menengah dan bawah
2. Manajemen tingkat menengah menggunakan waktu yang lebih banyak dibanding manajer tingkat bawah
3. Manajemen tingkat bawah lebih terlibat dalam kegiatan operasional dari organisasi dan mempunyai waktu yang lebih sedikit dalam proses perencanaan

PENDEKATAN-PENDEKATAN DALAM PERENCANAAN
 Pendekatan Probabilitas Tinggi
Perencanaan menggunakan pendekatan probabilitas tinggi ditujukan langsung untuk menjamin tingkat keberhasilan yang bisa diterima dan juga tujuan organisasional dapat diukur
Keuntungan pendekatan probabilitas tinggi :
 Menghasilkan rencana yang tepat
 Perencana hanya memusatkan pada penemuan cara yang praktis untuk mendapatkan tingkat keberhasilan yang diinginkan
Kerugian pendekatan probabilitas tinggi : tidak mendorong rencana yg kreatif
 Pendekatan Maksimisasi
Perencana menggunakan pendekatan maksimisasi yang secara konstan menggunakan teknik kuantitatif dengan menggunakan model matematis
Melalui penggunaan model matematis, perencana pendekatan maksimisasi mencoba untuk :
 Meminimisasi sumber daya yang digunakan untuk mendapatkan tingkat prestasi tertentu
 Memaksimumkan prestasi yang dapat dicapai dengan sumber daya yang tersedia
 Mendapatkan keseimbangan biaya dan manfaat yang terbaik
Keuntungan Pendekatan Maksimisasi : secara kontinyu menekankan pada pencapaian keuntungan potensial dari organisasi dan menggunakan teknik kuantitatif untuk mengembangkan rencana-rencana
Kerugian Pendekatan maksimisasi : memperlakukan seluruh komponen organisasi dapat dikualifikasikan dan diprediksi walau beberapa aspek organisasi tidak dapat diprediksi dan dikuantifikasikan (perilaku manusia)
 Pendekatan Adaptasi
Pendekatan Adaptasi menekankan pada perencanaan yang efektif dipusatkan untuk membantu organisasi menyesuaikan diri dengan variabel eksternal atau internal
Perencana yang menggunakan Pendekatan Adaptasi :
 Melihat perubahan organisasional yang tidak dapat dihindari
 Antisipasi pada perubahan masa depan
 Menentukan dan menganalisa organisasional bagaimana memodifikasi organisasi ketika untuk berubah
Keuntungan Pendekatan Adaptasi : berfokus pada lingkungan eksternal dan internal organisasi untuk memprediksi perubahan organisasional .
Kerugian Pendekatan Adaptasi : penekanan yang kurang pada tujuan organisasi sehingga analisa dan perubahan yang dihasilkan merupakan akhir perencanaan daripada sebagai alat mencapai keberhasilan .

RENCANA-RENCANA
Rencana adalah suatu tindakan tertentu yang diusulkan untuk membantu organisasi dalam pencapaian tujuan.
Empat Dimensi suatu Rencana :
1. Perulangan dimensi yang menguraikan jangka dimana suatu rencana digunakan dari waktu ke waktu
2. Waktu dimensi adalah jangka periode waktu yang diliput oleh rencana, baik jangka panjang maupun jangka pendek
3. Jangkauan dimensi menguraikan bagian dari sistem manajemen total dimana rencana ditujukan
4. Tingkatan dimensi menunjukkan tingkatan organisasi yang dirancang untuk tingkatan manajemen puncak, rencana tingkat menengah dan bawah untuk manajemen menengah dan bawah dimana sistem manajemen ini saling tergantung

ALAT-ALAT PERENCANAAN
• Peramalan (Forecasting)
Peramalan adalah teknik prediksi terjadinya lingkungan masa depan yang akan mempengaruhi operasi organisasi
• Metode Analisa Runtun Waktu (Time Series Analysis Method)
Memprediksi penjualan dimasa datang dengan menganalisa hubungan historis antara waktu dan penjualan yang biasa disajikan dalam bentuk grafik
• Penjadwalan (Scheduling)
Merupakan proses perumusan daftar aktivitas mendetail yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi. Daftar aktivitas merupakan bagian integral dari rencana organisasional





Referensi: Kasmir:”Ciri-ciri wirausaha”, kewirausahaan halaman 27-28 Al Fabeta 2007
http://id.m.wikipidea.org/wiki/kewirausahaan?was redirected true.

Jumat, 24 Desember 2010

software yang mempunyai fungsi dalam penyimpanan data

SOFTWARE
Perangkat lunak adalah program komputer yang isi instruksinya dapat diubah dengan mudah. Perangkat lunak umumnya digunakan untuk mengontrol perangkat keras (yang sering disebut sebagai (device driver ), melakukan proses perhitungan, berinteraksi dengan perangkat lunak yang lebih mendasar lainnya (seperti sistem operasi , dan bahasa pemrograman), dan lain-lain. Perangkat lunak ini dibagi menjadi 3 tingkatan: tingkatan program aplikasi (application program misalnya Microsoft Office ), tingkatan sistem operasi (operating system misalnya Microsoft Windows ), dan tingkatan bahasa pemrograman (yang dibagi lagi atas bahasa pemrograman tingkat tinggi seperti Pascal dan bahasa pemrograman tingkat rendah yaitu bahasa rakitan ).
Software-software yang memiliki keuntungan dalam menyimpan data diantaranya:
a) Backup
Backup atau proses backup mengacu pada pembuatan salinan data .Backup berguna untuk memulihkan keadaan setelah bencana dan mengembalikan sejumlah kecil file setelah mereka telah sengaja dihapus atau rusak, kehilangan data juga sangat umum. Karena sistem backup berisi setidaknya satu salinan dari semua data senilai menyimpan, penyimpanan dan mengelola proses backup adalah melakukan rumit. Sebuah model penyimpanan data dapat digunakan untuk menyediakan struktur untuk penyimpanan. Hal ini juga penting untuk mengenali keterbatasan dan faktor-faktor manusia yang terlibat dalam skema cadangan.
Penyimpanan, dasar dari sistem cadangan
1. Repositori Model Data
Setiap strategi backup dimulai dengan konsep penyimpanan data.. Data backup harus disimpan entah bagaimana dan mungkin harus diatur untuk gelar. Model repositori yang berbeda memiliki keuntungan yang berbeda. Hal ini erat kaitannya dengan memilih skema rotasi backup.
• Unstructured
Unstructured bertujuan untuk membuatnya lebih layak untuk menyimpan beberapa salinan dari sumber data. Ada berbagai jenis incremental backup.Sebuah incremental backup salinan segala sesuatu yang berubah setelah backup terakhir (penuh, diferensial atau inkremental). Lingkup incremental backup sebagai rentang waktu relatif terhadap backup penuh atau incremental lainnya
• Differential backup
Sebuah salinan cadangan diferensial file yang telah dibuat atau berubah sejak full backup terakhir. Ini tidak menandai file sebagai telah didukung (dengan kata lain, atribut arsip tidak dihapus.
• Reverse delta
Sebuah cadangan delta terbalik akan mulai dengan full backup normal. Ini bisa dilakukan dengan menggunakan hard link , atau menggunakan biner diffs . Sistem ini bekerja dengan baik terutama untuk besar, pelan-pelan berubah, set data.
• Perlindungan data secara kontinyu
Hal ini umumnya dilakukan dengan menyimpan byte atau tingkat perbedaan blok daripada tingkat perbedaan file. Ini berbeda dari yang sederhana mirroring disk dalam hal itu memungkinkan roll-belakang log dan dengan demikian pemulihan gambar lama data.
• Kendali sistem backup
Jenis backup dirancang untuk memungkinkan seluruh PC akan pulih untuk "logam telanjang" tanpa instalasi sistem operasi, perangkat lunak aplikasi dan data.
Backup bisa juga digunakan ketika menginstal dari satu sistem operasi yang lain.
 Media penyimpanan
Terlepas dari model repositori yang digunakan, data harus disimpan pada beberapa media penyimpanan data di suatu tempat.
a. Pita perekam suara
Pita magnetik digunakan untuk penyimpanan massal data, backup, pengarsipan, dan pertukaran. Ada berbagai format, banyak di antaranya adalah proprietary atau khusus untuk tertentu pasar seperti mainframe atau merek tertentu dari komputer pribadi. Tape adalah media akses sekuensial Keuntungan utama dari tape adalah bahwa hal itu telah digunakan untuk tujuan ini selama puluhan tahun (lebih lama daripada alternatif yang ada) dan karakteristik perusahaan dipahami dengan baik.
b. Hard disk.
Hard disk telah berkembang cepat selama bertahun-tahun. Keuntungan utama dari penyimpanan hard disk adalah waktu akses rendah, ketersediaan, kapasitas dan kemudahan penggunaan. Eksternal disk dapat dihubungkan melalui antarmuka lokal seperti SCSI , USB , FireWire , atau eSATA, atau melalui teknologi jarak lagi seperti Ethernet , iSCSI , atau Fibre Channel .
c. Floppy disk
Selama 1980-an dan awal 1990-an, banyak pengguna pribadi / komputer terkait back up sebagian besar dengan menyalin ke disket. Kapasitas data rendah dari sebuah floppy disk menjadikannya dan usang pilihan hari ini tidak populer.
d. Solid state penyimpanan
Juga dikenal sebagai flash memory , thumb drive, USB flash drive , CompactFlash, SmartMedia, Memory Stick, Secure Digital card , dll, perangkat ini relatif mahal untuk kapasitas yang rendah, tetapi menawarkan portabilitas yang sangat baik dan kemudahan penggunaan.
e. Remote cadangan layanan
Sebagai akses internet broadband menjadi lebih luas, layanan backup remote mendapatkan popularitas. Back up melalui internet untuk lokasi terpencil dapat melindungi terhadap beberapa skenario terburuk seperti kebakaran, banjir, atau gempa bumi yang akan menghancurkan backup di sekitar langsung bersama dengan segala sesuatu yang lain..
2. Mengelola data repositori
Model repositori atau media penyimpanan data digunakan untuk backup, keseimbangan harus dicapai antara aksesibilitas, keamanan dan biaya. Metode ini manajemen media tidak saling eksklusif dan sering dikombinasikan untuk memenuhi kebutuhan situasi.
 On-line
On-line penyimpanan cadangan biasanya adalah tipe yang paling dapat diakses penyimpanan data, yang bisa mulai mengembalikan dalam waktu milidetik.
 Hampir-line
Penyimpanan on-line, tetapi masih berguna untuk penyimpanan data backup. Perangkat mekanis biasanya terlibat dalam bergerak unit media dari penyimpanan ke dalam drive dimana data dapat dibaca atau ditulis. Umumnya memiliki sifat keamanan yang serupa dengan penyimpanan on-line.
 Off-line
Penyimpanan off-line memerlukan beberapa tindakan manusia langsung untuk membuat akses ke media penyimpanan secara fisik mungkin. Waktu akses akan bervariasi tergantung pada apakah media on-situs atau off-site.
 Off-site perlindungan data
Untuk melindungi terhadap bencana atau masalah situs-spesifik lainnya, replika data dapat off-site tetapi juga on-line (misalnya, sebuah off-site RAID mirror). Replika tersebut memiliki nilai yang cukup terbatas sebagai cadangan, dan tidak harus bingung dengan backup off-line.

3. Seleksi dan ekstraksi data
Sebuah pekerjaan cadangan yang sukses dimulai dengan pemilihan dan mengekstraksi unit koheren data. File-file tersebut diatur ke dalam filesystem. File yang secara aktif sedang diperbarui dapat dianggap sebagai "hidup" dan menyajikan sebuah tantangan untuk kembali. Hal ini juga berguna untuk menyimpan metadata yang menggambarkan komputer atau filesystem yang tengah didukung.
a. File
• Menyalin file
Membuat salinan file merupakan cara paling sederhana dan paling umum untuk melakukan backup. Sebuah cara untuk melakukan fungsi dasar ini termasuk dalam semua perangkat lunak backup dan semua sistem operasi.
b. Filesystem
• Filesystem dump
• Identifikasi perubahan
• Versioning file system
c. Snapshot cadangan
snapshot adalah fungsi sesaat dari beberapa sistem penyimpanan yang menyajikan salinan dari sistem berkas seolah-olah itu dibekukan pada titik waktu tertentu.Snapshot sangat berguna untuk melihat filesystem seperti pada titik berbeda dalam waktu, maka tidak mekanisme backup yang efektif dengan sendirinya.
d. Metadata
Tidak semua informasi yang tersimpan pada komputer disimpan dalam file. Akurat pulih suatu sistem yang lengkap dari awal memerlukan melacak data non-file juga.
• Deskripsi sistem
• Sektor Boot
• Partisi layout
• File metadata
• Sistem metadata

Manipulasi data dan optimasi Dataset
Hal ini sering berguna atau diperlukan untuk memanipulasi data yang didukung untuk mengoptimalkan proses backup. Manipulasi ini memberikan banyak manfaat termasuk kecepatan backup meningkatkan, memulihkan kecepatan, keamanan data, penggunaan media dan kebutuhan bandwidth berkurang
o Kompresi
Berbagai skema dapat digunakan untuk mengecilkan ukuran data sumber yang akan disimpan sehingga menggunakan lebih sedikit ruang penyimpanan. Kompresi sering built-in fitur hardware tape drive.
o De-duplikasi
Deduplication dapat terjadi pada server sebelum memindahkan data ke media backup, kadang-kadang disebut sebagai sumber / deduplication sisi client. Proses ini juga dapat terjadi pada perangkat penyimpanan target, kadang-kadang disebut sebagai deduplication inline atau back-end.
o Duplikasi
Kadang-kadang pekerjaan backup sudah digandakan ke set kedua media penyimpanan.Hal ini dapat dilakukan untuk menata ulang gambar mengembalikan cadangan untuk mengoptimalkan kecepatan, untuk memiliki salinan kedua di lokasi yang berbeda atau pada media penyimpanan yang berbeda.
o Enkripsi
Enkripsi adalah proses CPU intensif yang dapat memperlambat kecepatan backup, dan keamanan backup dienkripsi hanya seefektif keamanan kebijakan manajemen kunci.
o Multiplexing
Bila ada lebih banyak komputer harus didukung Facebook daripada yang terdapat tujuan perangkat penyimpanan data, kemampuan untuk menggunakan perangkat penyimpanan tunggal dengan backup beberapa simultan dapat berguna.
o Refactoring
Proses menata ulang backup set dalam repositori data dikenal sebagai refactoring. Refactoring dapat digunakan untuk mengkonsolidasikan semua backup untuk satu komputer ke sebuah tape. Hal ini sangat berguna untuk sistem cadangan yang incrementals selamanya backup gaya.
b) RAID
RAID, singkatan dari Redundant Array of Inexpensive Disks, adalah teknologi yang memberikan peningkatan kehandalan penyimpanan melalui redundansi, menggabungkan beberapa yang relatif murah, handal disk drive kurang-komponen ke dalam sebuah unit logis mana semua drive di dalam array saling bergantung.
RAID sekarang digunakan sebagai istilah payung untuk penyimpanan data komputer skema yang dapat membagi dan mereplikasi data antara beberapa disk drive. Skema atau arsitektur yang ditunjuk oleh kata RAID diikuti dengan nomor. Berbagai desain sistem RAID melibatkan dua tujuan utama: meningkatkan keandalan data dan meningkatkan input / output kinerja. Ketika disk fisik ganda ditetapkan untuk menggunakan teknologi RAID, mereka dikatakan dalam sebuah array RAID.Array ini mendistribusikan beberapa data di disk, tapi array ditujukan oleh sistem operasi sebagai satu disk. RAID dapat dikonfigurasi untuk melayani beberapa tujuan yang berbeda.

Referensi: http://loeyoed2288yudi.blogspot.com/2009/03/sistem-operasi-komputer-dan-pemakaian.html. http://sigitajiputra.wordpress.com/2009/12/10/hardware-dan-software/

Perbedaan basis data terbaru dengan basis data yang terdahulu

Perbedaannya terletak pada sistem penyimpanannya, kalau basis data yang terdahulu itu penyimpanannya masih terbatas (sedikit) sedangkan yang terbaru sudah bisa menyimpan data yang banyak.

Istilah “basis data” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.

Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data.

Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika).

Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.

DBMS masa kini mendukung berbagai jenis data, dari teks, suara, hingga gambar. Contoh berbagai nama tipe data pada berbagai DBMS adalah sebagai berikut:



Character (Visual dBASE)
Char (SQL), Text (Access), Alpha (Paradox):Menyatakan tipe data untuk menyimpan deretan karakter seperti nama orang atau nama mobil;

Memo (Access dan Visual dBASE), Text (PostgresSQL):Untuk menyimpan deretan karakter dengan ukuran yang besar (melebihi 256 karakter);

Number (Access), Numeric (Visual dBASE): Untuk menyimpan data bilangan;

Date/Time (Access):Untuk menyimpan data jam dan tanggal;

Date (Visual dBASE), Date (PostgresSQL):Untuk menyimpan tanggal;

Time (PostgresSQL):Untuk menyimpan data jam;

Currency (Access), Money (Paradox): Untuk menyimpan data uang;

Yes/No (Access), Logical (Visual dBASE), Bool (PostgresSQL): Untuk menyimpan data logika (benar atau salah);

OLE (Visual dBASE), OLE Object (Access): Untuk menyimpan OLE. Dapat berupa objek seperti gambar atau bahkan suara;

Binary (Visual dBASE): Untuk menyimpan data gambar atau suara;

Graphics (Paradox): Untuk menyimpan data gambar;

Hyperlink (Access): Untuk menyimpan data hyperlink;








Referensi :
http://blog.re.or.id/jenis-data-pada-basis-data.htm
http://radensomad.com/pengertian-dan-cara-membuat-databasebasis-data.html

Selasa, 02 November 2010

lingkungan basis data

LINGKUNGAN BASIS DATA


ARSITEKTUR / ABSTRAKSI BASIS DATA
2.1. Arsitektur Basis Data
Ada 3 tingkat dalam arsitektur basis data, yang bertujuan membedakan cara pandang pengguna terhadap basis data dan cara pembuatan basis data secara fisik.
Setiap pengguna harus dapat mengakses data yang sama, tetapi dengan data view yang berbeda-beda kebutuhannya. Setiap pengguna dapat merubah data view tersebut dan perubahan ini tidak akan mempengaruhi pengguna yang lain dengan kata lain terdapat kemandirian data.
Pengguna tidak berhubungan dengan penyimpanan fisik, seperti proses indeks, hashing dan proses fisik lainnya.DBA dapat merubah struktur basis data tanpa mempengaruhi data view pengguna.

Ada 3 tingkat dalam arsitektur basis data yang bertujuan membedakan cara pandang pemakai (user) terhadap basis data.

1. Tingkat Penampakan / Eksternal (View Level)
Level tertinggi dari abstraksi data.
Tingkat eksternal merupakan cara pandang pengguna terhadap basis data. Pada tingkat ini menggambarkan bagian basis data yang relevan bagi seorang pengguna tertentu. Tingkat ini level tertinggi dari abstraksi data. Di level ini hanya menunjukkan sebagian saja dari basis data yang dapat dilihat dan dipakai, yaitu hanya basis data yang relevan bagi seorang pemakai tertentu.

Tingkat eksternal terdiri dari sejumlah cara pandang yang berbeda dari sebuah basis data. Masing-masing pengguna merepresentasikan dalam bentuk yang sudah dikenalnya. Cara pandang secara eksternal hanya terbatas pada entitas, atribut dan relationship (hubungan antar entitas) yang diperlukan saja.
Sebagai tambahan, perbedaan pandangan diwujudkan pada data yang sama misalkan pada saat menuliskan data tanggal di dalam suatu form, ada yang berbentuk tanggal, bulan, tahun tetapi ada yang menuliskan tahun, bulan, tanggal.


2. Tingkat Logik (Conceptual Level)
Tingkat konseptual merupakan kumpulan cara pandang terhadap basis data. Pada tingkat ini menggambarkan data yang disimpan dalam basis data dan hubungan antara datanya.
Level ini menggambarkan data apa (what) yang sebenarnya disimpan dalam basis data dan hubungannya dengan data yang lain.
Hal-hal yang digambarkam dalam level conceptual adalah:
• Semua entitas beserta atribut dan hubungannya
• Batasan data
• Informasi semantik tentang data
• Keamanan dan integritas informasi.

Semua cara pandang pada tingkat eksternal, berupa data yang dibutuhkan oleh pengguna harus sudah tercakup di dalam tingkat konseptual atau dapat diturunkan dari data yang ada. Deskripsi data dari entitas pada tingkat ini hanya terdiri dari jenis data dan besarnya atribut tanpa memperhatikan besarnya penyimpanan dalam ukuran byte.


3. Tingkat Fisik (Internal Level)
Merupakan level terendah, yang menunjukkan bagaimana (how) data disimpan secara fisik di dalam storage. Pada tingkat ini menggambarkan bagaimana basis data disimpan secara fisik di dalam peralatan storage yang berkaitan erat dengan tempat penyimpanan fisik. Tingkat internal memperhatikan hal-hal berikut ini :

Tingkat internal memperhatikan hal-hal berikut ini:
• Alokasi ruang penyimpanan data dan indeks
• Deskripsi record utk penyimpanan (dg ukuran penyimpanan data)
• Penempatan record
• Penempatan data dan teknik encryption.


DATA INDEPENDENCE

Tujuan utama dari arsitektur basis data adalah memelihara kemandirian data (data independence). Artinya, perubahan pada satu level tidak mempengaruhi level yang lain.

Metode mengubah pola data dari isi data tersebut dan cara menyimpannya, sehingga perubahan tersebut tidak menyebabkan suatu program aplikasi ditulis kembali (http://www.total.or.id/info.php?kk=Data%20Independence)

Ada 2 jenis data independence:
1. Physical Data Independence : merubah level internal tanpa mengganggu skema conceptual atau eksternal.
2. Logical Data Independence : merubah level conceptual tanpa menggangu skema eksternal.

Prinsip ini harus diterapkan dalam pengelolaan sistem basis data dengan alasan:
1. DBA dapat mengubah isi, lokasi, perwujudan dalam organisasi basis data tanpa mengganggu program aplikasi yang sudah ada.
2. Pabrik/software pengelolaan data datap memperkenalkan produk-produk baru tanpa mengganggu program aplikasi yang sudah ada.
3. Untuk memindahkan perkembangan program aplikasi.
4. Memberikan fasilitas pengontrolan terpusat oleh DBA.



BAHASA DALAM BASIS DATA (DATABASE LANGUAGE)

Dikenal 2 bentuk bahasa:

1. Data Definition Language (DDL)
Untuk mendefinisikan struktur/skema basis data, di dalamnya termasuk record, elemen data, kunci elemen, dan relasinya.

2. Data Manipulation Language (DML)
Bahasa yang memperbolehkan user untuk mengakses atau memanipulasi data.


Ada 2 jenis DML:
a. Procedural, mensyaratkan user menentukan data apa yang diinginkan serta bagaimana mendapatkannya.
b. Non Procedural, membuat user dapat menentukan data a[a yang diinginkan tanpa menyebutkan bagaimana cara mendapatkannya.

Manipulasi data dapat berupa:
• Penyisipan/penambahan data baru ke basis data
• Penghapusan data dari basis data
• Pengubahan data di basis data
• Mengambil informasi yang tersimpan di basis data



MODEL DATA

Adalah sekumpulan konsep untuk menerangkan data, hubungan antar data, dan batasan-batasan data dalam suatu organisasi.

Untuk menggambarkan data pada tingkat eksternal dan konseptual digunakan model data berbasis objek atau berbasis record.

1. Model Data Berbasis Objek.
Menggunakan konsep entitas, atribut dan hubungan antar entitas.
Beberapa model data berbasis objek:
• entity-relationship
• semantic
• functional
• object-oriented.

2. Model Data Berbasis Record.
Pada model ini, database terdiri dari sejumlah record dalam bentuk yang tetap yang dapat dibedakan dari bentuknya. Ada 3 macam jenis model berbasis record, yaitu:
• Model data relasional (relational)
• Model data hierarki (hierarchical)
• Model data jaringan (network)




http://search.conduit.com/Results.aspx?q=lingkungan+basis+data&hl=en&SearchSourceOrigin=2&gil=en-US&SelfSearch=1&ctid=CT2369362&octid=CT2369362